Bagaimana Web Server Bekerja
Web server bertanggung jawab untuk melayani sampai website. Berikut adalah penjelasan singkat tentang bagaimana semuanya bekerja.
Kapan pun Anda melihat halaman web di internet, Anda meminta halaman itu dari server web. Saat Anda mengetik URL ke browser Anda (misalnya, http://www.inicaraku.com/html/tutorial/), browser Anda meminta halaman dari server web dan server web mengirimkan halaman kembali :

Diagram di atas adalah versi sederhana dari apa yang terjadi. Berikut adalah versi yang lebih rinci,
1. Browser Mengatasi Nama Domain ke Alamat IP
Peramban web Anda pertama-tama perlu mengetahui alamat IP yang diberi nama domain www.quackit.com. Jika belum memiliki informasi yang tersimpan di dalamnya, itu meminta informasi dari satu atau beberapa server DNS (melalui internet).
Server DNS memberitahu browser yang alamat IPnya ditentukan oleh nama domain (dan oleh karena itu, tempat situs web berada).
2. Permintaan Browser URL lengkap
Sekarang browser web mengetahui alamat IP mana yang berada di situs ini, maka dapat meminta URL lengkap dari server web.
3. Web Server mengirimkan halaman yang diminta
Server web merespons dengan mengirimkan kembali halaman yang diminta.
Jika halaman tidak ada (atau kesalahan lain terjadi), maka akan mengirimkan kembali pesan kesalahan yang sesuai.
4.Browser Menampilkan Halaman Web
Browser web Anda menerima halaman dan memberikannya sesuai kebutuhan.
Bila mengacu pada web browser dan web server dengan cara ini, biasanya kita menyebut mereka sebagai client (web browser) dan server (web server).
Multiple Website
Server web bisa (dan biasanya memang) mengandung lebih dari satu situs web. Sebenarnya, banyak perusahaan hosting meng-host ratusan, atau bahkan ribuan situs web di satu server web.
Setiap situs web biasanya diberi alamat IP unik yang membedakannya dari situs-situs lain pada mesin yang sama. Alamat IP ini juga yang digunakan server DNS untuk menyelesaikan nama domain.
Hal ini juga memungkinkan untuk mengkonfigurasi beberapa situs web tanpa menggunakan alamat IP yang berbeda menggunakan header host dan / atau port yang berbeda. Ini bisa bermanfaat di lingkungan pengembangan dan cukup mudah dilakukan.
Halaman tidak ditemukan atau Page Not Found
Jika halaman yang diminta tidak ditemukan, server web mengirimkan kode / pesan kesalahan yang sesuai kembali ke klien.
Anda dapat membuat pesan kesalahan yang mudah digunakan, kemudian mengkonfigurasi server web Anda untuk menampilkan halaman itu dan bukan halaman kesalahan yang biasa. Ini bisa menambahkan sentuhan bagus ke situs Anda. Berapa kali Anda (atau bahkan lebih buruk lagi, pengunjung Anda) menemukan halaman putih polos dengan beberapa pesan kesalahan samar di atasnya?
Ini sangat mudah untuk membuat halaman kesalahan kustom, kemudian mengkonfigurasi server web Anda untuk menggunakannya.
Dokumen standar atau default Dokument
Jika Anda pernah membuat situs web, mungkin Anda telah menemukan bahwa jika Anda memiliki file "indeks" (misalnya index.html), Anda tidak perlu menentukan nama file. Misalnya, URL berikut memuat halaman yang sama:
http://www.inicaraku/html/tutorial
http://www.inicaraku/html/tutorial/index.cfm
Dalam contoh ini, index.cfm adalah dokumen default. Anda dapat mengkonfigurasi server web Anda sehingga nama file bisa menjadi dokumen default.
Misalnya, Anda bisa mengkonfigurasi server web Anda untuk menggunakan index.cfm jika tidak ada nama file yang telah ditentukan, atau jika Anda menggunakan PHP, index.php. Anda bahkan dapat menentukan dokumen default yang berbeda untuk direktori yang berbeda jika Anda suka.
Sertifikat SSL atau SSL Certificates
Anda dapat menerapkan sertifikat SSL terhadap situs web melalui server web. Pertama, Anda perlu membuat sertifikat sendiri (yaitu menggunakan generator sertifikat), atau oleh Otoritas Sertifikat (Certificate Authority / CA). Kemudian, setelah dibuat, Anda menerapkannya ke situs web Anda melalui server web Anda. Menerapkan sertifikat SSL ke situs web adalah tugas yang lurus ke depan.
Setelah Anda menerapkan sertifikat SSL terhadap situs web, Anda dapat menavigasinya menggunakan HTTPS (berlawanan dengan HTTP). HTTPS mengenkripsi data yang ditransfer melalui internet. Hal ini mengurangi kemungkinan beberapa orang jahat dapat membaca informasi sensitif pengguna Anda.
Untuk menavigasi situs web menggunakan HTTPS, Anda cukup mengganti HTTP dengan HTTPS di awal URL di bilah lokasi browser Anda, contoh ("https://www.inicaraku.com")

0 Response to "Bagaimana Web Server Bekerja"
Post a Comment